Tampilkan postingan dengan label CELOTEH Ust Zulfi akmal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CELOTEH Ust Zulfi akmal. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 Agustus 2013
Senin, 22 Juli 2013
Cintai Saudara Mu
Konon
kabarnya Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafy memerintahkan untuk menagkap 3
orang dalam sebuah kasus dan memasukkan mereka ke dalam
penjara.Selanjutnya ia memerintahkan algojonya untuk memenggal kepala
ketiga orang itu.
Tatkala mereka digiring ke depan algojo, Hajjaj melihat seorang perempuan cantik menangis dengan sangat memilukan.
Lalu ia berkata: Bawa perempuan itu ke hadapanku!
Ketika ia sudah berada di depannya, ia bertanya: "Apa yang membuatmu menangis?"
Perempuan: Orang-orang yang engkau perintahkan untuk dipancung itu
adalah suamiku, saudara kandungku dan anak kesayanganku, bagaimana aku
tidak akan menangis?
Lalu Hajjaj memutuskan untuk memaafkan
salah seorang di antara mereka bertiga sebagai penghargaan terhadap
perempuan itu. Dan ia berkata: "Pilihlah salah seorang di antara mereka
bertiga untuk aku maafkan".
Dalam perkiraan Hajjaj perempuan itu akan memilih anaknya.
Suasana menjadi tegang dan sunyi senyap. Seluruh mata tertuju kepada
perempuan itu, menunggu siapa yang ia pilih untuk dimaafkan.
Ia diam sejenak, kemudian angkat bicara: "Aku pilih saudaraku".
Hajjaj menjadi kaget mendengar jawaban perempuan itu. Langsung saja ia
bertanya apa rahasia dibalik pilihannya terhadapa saudaranya?
Lantas ia menjawab: Adapun suami ia tetap ada. (Artinya ia mungkin menikah lagi dengan laki-laki lain)
Adapun anak juga ada. (Artinya setelah menikah lagi ia bisa memperoleh anak kembali)
Adapun saudara ia akan hilang (Karena ibu dan bapaknya sudah tidak ada)
Jadilah ungkapan perempuan itu sebagai pribahasa dan kata-kata hikmah
yang membuat Hajjaj jadi tercengang melihat kebijaksanaan dan
kepintarannya.
Akhirnya Hajjaj memutuskan untuk memaafkan mereka semua.
Subhanallah.......
Kesimpulan: Saudara itu tidak tergantikan. Seseorang tidak akan
merasakan betapa berharganya seorang saudara kecuali setelah kehilangan
salah seorang di antara mereka.
Makanya peliharalah hubungan
antara dirimu dengan saudara-saudaramu, karena mereka adalah sesuatu
yang tidak mungkin tergantikan.
Jumat, 19 Juli 2013
Ramadhan Bulan al-Qur'an
Seorang kakek tinggal di sebuah perkebunan di kaki pegunungan yang indah bersama seorang cucunya yang masih kecil. Sang kakek selalu bangun subuh untuk shalat tahajjud dan dilanjutkan dengan shalat subuh. Setelah itu ia duduk di hadapan sebuah meja untuk membaca al Qur'an.
Sang cucu ingin sekali meniru kakeknya dalam segala hal. Ia menirukan setiap gerakan dan perbuatan yang dilakukan oleh kakeknya.
Pada suatu hari ia bertanya kepada kakeknya: "Wahai kakek, aku sudah berusaha dengan serius untuk membaca al Qur'an seperti yang engkau lakukan, akan tetapi setiap kali aku berusaha membacanya aku tidak dapat banyak memahaminya. Kalaupun aku faham tentang sesuatu cepat sekali hilang dari ingatanku. Baru saja aku menutup mushaf al Qur'an berangsur-angsur hilang dari memoriku apa yang sudah aku fahami itu. Jadi apa gunanya membaca al Qur'an banyak-banyak?
Waktu itu sang kakek lagi menggenggam bara untuk diletakkan di atas pemanas ruangan, lalu ia seperti meludah dengan tenang dan ia letakkan bara yang ada di tangannya. Kemudian ia berkata: Ambillah keranjang bara yang sudah kosong ini dan pergilah ke sungai, kemudian kembalilah ke sini dengan membawa air!
Dengan patuh anak kecil itu pergi melakukan apa yang diperintahkan kakeknya. Akan tetapi ia dikagetkan dengan air yang menetes dari sela-sela keranjang dan habis sebelum sampai ke rumah.
Kakeknya memperhatikan sambil tersenyum dan berkata: Harusnya kamu lebih cepat lagi berjalan membawa air itu!
Sang cucu kembali lagi ke sungai dan berusaha berjalan lebih cepat ke rumah. Sayang sekali air tetap saja merembes keluar dari keranjang. Anak itu menjadi kesal. Lalu ia berkata kepada kakeknya: Merupakan hal yang mustahil bila aku membawakan air untuk kakek dengan keranjang ini, sekarang aku akan pergi ke sungai dengan membawa ember supaya aku bisa memenuhinya dengan air untukmu.
Kakek: Tidak, aku tidak memintamu membawakan air dengan ember, aku menginkan keranjang berisi air. Aku kira kamu belum mengerahkan segala kesungguhan wahai cucuku.
Kemudian sang kakek keluar bersama cucunya untuk membimbingnya secara langsung melakukan apa yang ia perintahkan. Anak kecil itu yakin sekali kalau ia melakukan sesuatu hal yang mustahil. Cuma ia ingin memperlihatkan keseriusan kepada kakeknya dengan bukti perbuatan. Ia berlari sekencang-kencangnya menuju kakeknya. Sambil terengah-engah ia berkata: Kakek sudah lihatkan? Tidak ada faedahnya???
Sang kakek memandangi cucunya sambil berujar: Apakah kau mengira tidak ada faedahnya apa yang sudah kau lakukan? Ke sinilah dan lihatlah apa yang terjadi dengan keranjang ini!
Anak itu mengamati keranjang itu, ia baru sadar kalau keranjang itu sekarang sudah berubah dari bentuk semula. Keranjang yang tadinya dikotori oleh bara sekarang betul-betul sudah bersih, baik dari luar maupun dari dalam.
Ketika sang kakek melihat cucunya jadi tercengang, ia berkata: Persis seperti ini yang terjadi ketika kamu membaca al Qur'an. Barangkali kamu tidak faham banyak darinya, dan kamu cepat lupa apa yang kamu fahami atau yang telah kamu hafal dari ayat-ayatnya, akan tetapi ketika kamu terus membacanya kamu akan berangsur berubah ke arah yang lebih utama, baik itu dari dalam jiwa maupun dari penampilan sifat luar.
Ramadhan bulan al Qur'an, mari kita perbanyak membaca dan mentadabburinya.
Kamis, 13 Juni 2013
BERSUKUR
Seorang
ibu yang baru saja selesai melahirkan diberi masa nifas selama 40-60
hari menurut kebiasaan. Di samping nifas itu berguna membersihkan tubuh
seorang ibu dari penyakit dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak
selama hamil dan melahirkan, Allah ingin memberikan kemudahan bagi
seorang ibu untuk konsentrasi merawat anaknya. Ia tidak dibebani ibadah
apa pun selama ia masih dalam keadaan nifas. Ibadah, bahkan jihad
baginya pada waktu itu adalah melayani generasi pelanjut yang akan
memakmurkan kehidupan di dunia, yang akan menjadi hamba-hamba Allah di
permukaan bumi. Itu semua hanya untuk kepentingan hamba-Nya.
Dari hal ini kita bisa memahami bahwa Allah hanya ingin memindahkan kita
dari satu nikmat kepada nikmat berikutnya. Semua ibadah yang kita
lakukan hanya untuk kebaikan kita, tidak ada kepentingan Allah di sana.
Sehingga seolah-olah Allah mundur (tanazul) dari hak-hak-Nya demi
kebaikan dan kemudahan hidup hamba-Nya.
Allah hanya inginkan pengakuan
dan sedikit rasa syukur dari hamba-Nya. Di mana pengakuan dan rasa
syukur itu pun bukanlah karena Allah ingin disanjung, dimuliakan. Karena
kekuasaan dan kemuliaan Allah tidak akan bertambah dengan banyaknya
ibadah kita, dan Allah tidak akan menjadi hina karena kezaliman dan
kekafiran hamba-Nya.
Rasa syukur itu manfaatnya juga hanya
untuk kita. Karena kufur terhadap nikmat Allah menyebabkan proses
pemberian nikmat selanjutnya menjadi terhalang. Jadi bukan Allah yang
menghalangi nikmat turun kepada diri kita, tapi kita sendiri sebenarnya
yang menghindar atau menghalangi nikmat Allah itu untuk datang.
Maha Suci Engkau ya Allah, kami saja yang tidak memahami hal itu semua,
maka tambahkanlah pemahaman kepada kami dan jadikanlah kami termasuk
hamba-Mu yang pandai bersyukur.
Seorang
ibu yang baru saja selesai melahirkan diberi masa nifas selama 40-60
hari menurut kebiasaan. Di samping nifas itu berguna membersihkan tubuh
seorang ibu dari penyakit dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak
selama hamil dan melahirkan, Allah ingin memberikan kemudahan bagi
seorang ibu untuk konsentrasi merawat anaknya. Ia tidak dibebani ibadah
apa pun selama ia masih dalam keadaan nifas. Ibadah, bahkan jihad
baginya pada waktu itu adalah melayani generasi pelanjut yang akan
memakmurkan kehidupan di dunia, yang akan menjadi hamba-hamba Allah di
permukaan bumi. Itu semua hanya untuk kepentingan hamba-Nya.
Dari hal ini kita bisa memahami bahwa Allah hanya ingin memindahkan kita dari satu nikmat kepada nikmat berikutnya. Semua ibadah yang kita lakukan hanya untuk kebaikan kita, tidak ada kepentingan Allah di sana. Sehingga seolah-olah Allah mundur (tanazul) dari hak-hak-Nya demi kebaikan dan kemudahan hidup hamba-Nya.
Allah hanya inginkan pengakuan dan sedikit rasa syukur dari hamba-Nya. Di mana pengakuan dan rasa syukur itu pun bukanlah karena Allah ingin disanjung, dimuliakan. Karena kekuasaan dan kemuliaan Allah tidak akan bertambah dengan banyaknya ibadah kita, dan Allah tidak akan menjadi hina karena kezaliman dan kekafiran hamba-Nya.
Rasa syukur itu manfaatnya juga hanya untuk kita. Karena kufur terhadap nikmat Allah menyebabkan proses pemberian nikmat selanjutnya menjadi terhalang. Jadi bukan Allah yang menghalangi nikmat turun kepada diri kita, tapi kita sendiri sebenarnya yang menghindar atau menghalangi nikmat Allah itu untuk datang.
Maha Suci Engkau ya Allah, kami saja yang tidak memahami hal itu semua, maka tambahkanlah pemahaman kepada kami dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang pandai bersyukur.
Dari hal ini kita bisa memahami bahwa Allah hanya ingin memindahkan kita dari satu nikmat kepada nikmat berikutnya. Semua ibadah yang kita lakukan hanya untuk kebaikan kita, tidak ada kepentingan Allah di sana. Sehingga seolah-olah Allah mundur (tanazul) dari hak-hak-Nya demi kebaikan dan kemudahan hidup hamba-Nya.
Allah hanya inginkan pengakuan dan sedikit rasa syukur dari hamba-Nya. Di mana pengakuan dan rasa syukur itu pun bukanlah karena Allah ingin disanjung, dimuliakan. Karena kekuasaan dan kemuliaan Allah tidak akan bertambah dengan banyaknya ibadah kita, dan Allah tidak akan menjadi hina karena kezaliman dan kekafiran hamba-Nya.
Rasa syukur itu manfaatnya juga hanya untuk kita. Karena kufur terhadap nikmat Allah menyebabkan proses pemberian nikmat selanjutnya menjadi terhalang. Jadi bukan Allah yang menghalangi nikmat turun kepada diri kita, tapi kita sendiri sebenarnya yang menghindar atau menghalangi nikmat Allah itu untuk datang.
Maha Suci Engkau ya Allah, kami saja yang tidak memahami hal itu semua, maka tambahkanlah pemahaman kepada kami dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang pandai bersyukur.
Langganan:
Postingan (Atom)
